Agus Marto :Naik Turun BBM Ala Jokowi

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0
agus

Agus Marto,Gubernur BI

Jakarta-GD|Sejumlah politisi di Parlemen menyayangkan pernyataan Gubernur BI Agus Martowardojo terkait rencana penurunan harga BBM yang akan dilakukan Presiden Jokowi. “Saya belum mendapat konfirmasi apa benar atau tidak itu pernyataan Gubernur BI. Karena ada yang mengatakan beliau tidak mengatakan seperti itu,” ujar Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad di sela-sela sidang paripurna DPR, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (5/10/2015).

Hanya saja terkait rencana penurunan harga BBM, Fadel mengakui ikut mendukung. Dia berpendapat dengan menurunkan harga premium diharapkan biaya lainnya ikut turun. “Agar transportasi turun, bahan makanan turun, tujuannya untuk menolong masyarakat. Kalau harga BBM diturunkan, daya beli masyarakat juga naik,” cetus politisi Partai Golkar ini.

Pandangan berbeda muncul dari anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra Bambang Hariyadi. Menurut dia, rencana pemerintah menurunkan harga premium harus dihitung dengan cermat terlebih dahulu. “Terlebih ada sinyalemen Gubernur BI terkait rencana penurunan harga tersebut lebih kepada pencitraan,” sebut Bambang.

Oleh karenanya, anggota DPR Dapil Jatim IV ini meminta agar pemerintah menjelaskan secara detail kepada masyarakat tentang rencana kebijakan tersebut. Dengan cara demikian, Bambang menyebutkan sinyalemen pencitraan yang disampaikan Gubernur BI bisa terbantahkan.

Kendati demikian, Bambang memastikan Fraksi Partai Gerindra akan memberi dukungan penuh kepada pemerintah selama membuat kebijakan yang pro rakyat. Apalagi bila kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi beban rakyat. “Di tengah situasi ekonomi yang cukup memprihatinkan saat ini,” cetus Bambang.

Sementara Ketua Komisi VI DPR RI Hafiz Tahir mengatakan secara substansi kritik atau masukan Gubernur BI terkait rencana pemerintah menurunkan harga BBM sudah benar. “Secara kenyataan betul kritik Gubernur BI itu, tapi secara etik tidak benar,” ucap Hafiz.

Menurut dia, Gubernur BI tidak etis menyampaikan kritik atau masukan kepada Presiden di ruang publik. Menurut dia, seharusnya kritik atau masukan Gubernur BI disampaikan di internal. “Karena ini akan menganggu kepercayaan pasar,” ingat adik kandung mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa ini.

Sebelumnya, Gubernur BI Agus Martowardojo mengingatkan pemerintah agar dalam mereview harga BBM dilakukan secara konsisten. Dia juga mengingatkan agar rencana penurunan harga BBM bukan untuk mencari popularitas. “Maksud saya jangan untuk popularitas, tetapi harus betul-betul untuk akuntabilitas dan juga mencerminkan kondisi yang sebenarnya.” ucap Agus Jumat (2/10/2015) di Kompleks Bank Indonesia (BI).

Kritik dan masukan Agus Martowardojo semestinya ditempatkan dalam porsi yang proporsional. Menempatkan Agus sebagai pihak yang bersalah tentu kurang tepat. Toh, masukan dari siapapun untuk kemajuan pemerintah semestinya justru diapresiasi. Sikap antikritik dan mental tipis kuping dengan mengatasnamakan kesantunan justru tidak tepat di tengah situasi yang tak menentu ini. [mdr]

Rate this article!