Bawaslu Undang Panglima TNI Berkoordinasi

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

panglima tni moeldokoJakarta-GD| Badan Pengawas Pemilu mengundang Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk berkoordinasi, Senin 9 Juni 2014, terkait dugaan adanya anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang berusaha mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon presiden.

“Bawaslu tidak memanggil, hanya mengundang yang bersangkutan untuk berkoordinasi hari ini,” kata anggota Bawaslu Nasrullah kepada wartawan.

Namun Nasrullah tak tahu persis apakah surat undangan kepada Panglima TNI sudah dilayangkan atau belum. “Itu (soal surat undangan) bisa ditanyakan kepada Sekretariat Bawaslu,” ujarnya.

Untuk diketahui, seorang anggota TNI Babinsa di wilayah Jakarta Pusat melakukan pendataan penduduk sambil mengecek keberpihakan warga terhadap calon presiden.

Sang anggota Babinsa mengajak warga untuk memilih salah satu pasangan capres dan cawapres.

Sebelumnya Jenderal Moeldoko telah membantah ada Bintara Pembina Desa yang diam-diam mengajak warga untuk mendukung salah satu calon presiden.

Menurut Moeldoko, Bawaslu sudah mengecek isu kedatangan Babinsa bersama aparat desa ke sejumlah rumah penduduk seperti yang dilaporkan tim Sekretariat Nasional Jokowi beberapa waktu lalu.

“Hasilnya, apa yang dikatakan pelapor itu tidak terbukti,” kata Moeldoko yang telah ditelepon langsung oleh Ketua Bawaslu.

Moeldoko mengatakan, warga Cideng Jakarta Pusat yang disebut didatangi Babinsa, siap menjadi saksi. Tidak ada Babinsa mendatangi penduduk seperti kabar yang beredar beberapa hari ini.

Jenderal Moeldoko menyatakan, netralitas TNI merupakan harga mati dan tidak bisa dilanggar oleh seluruh pasukan TNI. “Ini saya pertanggungjawabkan kepada Tuhan dan negara,” kata dia.

**ep/fks/vn.

Tags: