Brimob Pakai Loreng. Kapolri: LSM saja Sudah Memakai Loreng

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

loreng brimob

Jakarta-GD| Brigade Mobil (Brimob) Polri hari ini telah memamerkan seragam barunya pada HUT ke-69 yang digelar di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Loreng itu mirip dengan milik tentara kecuali satu warna, yaitu loreng Brimob ada warna kuning daun.

Saat ditanya apakah tidak khawatir seragam loreng itu jadi membuat kesan militeristik, Kapolri Jenderal Sutarman menyatakan motif loreng sudah menjadi kebutuhan untuk kepentingan kamuflase di lapangan.

“LSM saja sekarang sudah memakai (loreng). Ini adalah kebutuhan kita dan hanya digunakan di medan-medan khusus. Ini seragam lama yang kita hidupkan lagi,” jawab Kapolri Jenderal Sutarman, Jumat (14/11).

Jenderal bintang empat ini menambahkan jika seragam loreng yang dia gunakan di hari upacara itu pun bukan seragam jahitan baru.

“Sudah lama saya punya seragam loreng ini tapi baru bisa saya pakai lagi hari ini. Kebetulan sejak taruna dulu ukuran baju saya tak pernah berganti, ya tetap langsing begini,” jawabnya.

Sutarman melanjutkan jika seragam loreng Brimob ini hanya digunakan dalam situasi khusus seperti mengejar teroris di Pegunungan Poso ataupun mengejar gerombolan OPM di tanah Papua.

“Itu salah satu alasan kita mengaktifkan kembali seragam loreng ini untuk kepentingan kamuflase. Kalau sedang di kota ya tidak. Anggota Brimob kalau di kota harus mencerminkan identitas anggota Polri dan memakai seragam lainnya,” sambungnya.

Seperti diberitakan, pengaturan seragam loreng itu diatur dalam Skep Kapolri 781/IX/2014 tanggal 30 September 2014 tentang penggunaan Pakaian Dinas Loreng bagi anggota Brimob.

Di Poso, Brimob memang tengah mengejar kelompok teroris yang dipimpin oleh Santoso.

Beberapa kali pasukan gerilya antigerilya Brimob yang terjun di sana menjadi korban baik tertembak mati maupun luka. Salah satu penyebabnya karena warna seragam yang kurang pas.
**FA/FEB/BS

Tags: