Garuda Indonesia Rugi Rp 2,4 Triliun, Dahlan Minta RUPSLB

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

Garuda-IndonesiaJakarta-GD| Kerugian yang ditanggung PT Garuda Indonesia Tbk (GIA) membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan gerah. Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu meminta jajaran direksi Garuda segera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Langkah itu dilakukan untuk menyelesaikan kinerja keuangan perseroan yang masih menderita kerugian US$ 211,7 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun sepanjang semester I-2014.

“Garuda harus segera ada RUPSLB karena kerugian sudah besar. Saya minta Senin jam 12.00 WIB sudah ada usulan direksi sekarang bagaimana menyelesaikan,” kata Dahlan ketika ditemui di kantornya, Kamis (28/8/2014).

Kerugian yang dialami Garuda dipicu oleh beberapa hal, di antaranya situasi ekonomi dunia yang belum pulih, kenaikan harga bahan bakar minak dan depresiasi nilai tukar rupiah hingga 20 persen, yang mempengaruhi biaya operasional. Sejauh ini, sekitar 75 persen biaya operasional perusahaan dalam dolar AS.

Di sisi lain, pendapatan operasional sepanjang paruh pertama tahun ini mencapai US$ 1,73 miliar atau setara Rp 19,89 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 0,7 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Mengenai kinerja direksi, Dahlan mengaku lebih menyerahkan keputusan mengenai siapa pengganti Emirsyah Satar sebegai Direktur Utama PT Garuda kepada Presiden.

“Kalau itu satu paket sama pergantian Dirut Pertamina dan PLN, nunggu Presiden,” tegasnya.

(Yas/Ndw/le)

Tags: