Hilangkan Pungli, Kemhumham Luncurkan E-Money di Lapas

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

emoney_2Jakarta-GD| Kantor Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta meluncurkan kartu e-money di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan se-DKI Jakarta. Peluncuran kartu itu guna mendukung program bebas peredaran uang di lingkungan lapas dan rutan.

Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin menyebutkan, penggunaan e-money ini diberlakukan seluruh lapas dan rutan di DKI Jakarta. Menurutnya, program ini sudah dicanangkan pada tahun 2007. “Tujuan utamanya untuk meminimalisir pungutan liar di lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta,” kata Amir di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (20/6).

Program ini pertama diterapkan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Selanjutnya UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar, Kepala Kantor Kemenkumham DKI Jakarta Rusdianto dan pejabat eselon 1 dan 2 Kemenkumham ikut hadir di acara ini.

Bukan rahasia lagi kalau para tahanan atau narapidana  kerap menjadi sasaran pungutan liar (pungli) di dalam bui. Namun kini ada penangkalnya.

Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin meluncurkan kartu e-money di Rumah Tahanan Klas I Cipinang, Jakarta Timur. Kartu ini nantinya akan digunakan untuk setiap transaksi bagi para tahanan dan narapidana, yang menjadi warga binaan di seluruh lapas di DKI Jakarta.

Amir Syamsuddin dalam sambutannya mengatakan, penggunaan e-money ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Pemasyarakatan. Penggunaan e-money ini merupakan salah satu bentuk peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

“Ini merupakan bentuk mewujudkan layanan prima untuk masyarakat. Insan pemasyarakatan selalu berkomitmen memberi pelayanan kepada masyarakat. Sehingga Kemenkumham dapat menjadi organisasi yang inovatif, bersih, transparan, dan akuntabel,” kata Amir di Rutan Cipinang, Jumat (20/6/2014).

Amir menjelaskan, penggunaan e-money ini juga merupakan tindakan untuk menghilangkan peredaran uang di lingkungan lapas dan rutan. Dengan begitu, potensi pungli, penyalahgunaan narkoba, dan peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan dapat ditekan.

“Dalam menghilangkan peredaran uang menggunakan e-money, dengan begitu, mereka akan terhindar dari pungli dan pungutan serta peredaran narkoba,” ucap Amir.

Program Bebas Peredaran Uang (BPU) menggunakan e-money bekerjasama dengan Bank Mandiri, dalam rangka membatasi dan mengendalikan pemilikan peredaran dan penggunaan uang tunai secara langsung oleh warga binaan pemasyarakatan, serta untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan uang di Rutan.

**mhh.

Tags: