Itik Turi Bantul Sebagai Kekayaan Genetik Ternak Indonesia

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

itik turiBantul-GD| Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera menyosialisasikan Surat Keputusan Menteri Pertanian tentang penetapan itik Turi sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia kepada peternak setempat.

“SK Menteri Pertanian ini perlu disosialisasikan kepada peternak itik sebagai bagian dari upaya kami memberikan perlindungan kepada peternak asli itik Turi,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Joko Waluyo, Rabu.

Menurut dia, Keputusan Menteri Pertanian Nomor 665/Kpts/SR.120/6/2014 tertanggal 4 Juni 2014 tentang penetapan rumpun itik Turi Bantul tersebut telah diterima Bupati Bantul pada 12 Juni saat menghadiri undangan Penas di Malang, Jawa Timur.

Dengan adanya pengakuan atau semacam sertifikasi hak paten terhadap Itik Turi secara nasional sebagai produk asli Bantul tersebut, harapannya Kabupaten Bantul terutama peternak bisa mendapatkan nilai tambah baik dari segi harga juga kepastian hukum.

“Adanya hak paten itik Turi ini peternak itik harus tahu, bahwa nantinya harga jual lebih tinggi, juga antisipasi pencaplokan dari pihak lain, karena dengan begini jika ada pembeli seharusnya langsung ke kelompok,” katanya.

Sementara itu, Kasi Produksi Kasi Produksi Ternak dan Nonruminansia Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Edy Suryanto mengatakan, itik Turi merupakan jenis itik petelur dan pedaging hasil keturunan persilangan itik lokal dengan itik impor yang dikembangkan di Bantul.

Ia mengatakan bahwa nama Turi berasal dari nama pasar desa di Kecamatan Bambanglipuro Bantul, karena memang awalnya dikembangkan di daerah itu, dan hingga kini terus menyebar ke berbagai wilayah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan.

“Penetapan rumpun itik Turi ini akan memberikan dasar hukum bagi Bantul sebagai aset daerah, sehingga dapat diarahkan secara jelas bagi upaya pemurnian, pelestarian, pengembangan dan pennyediaan bibit unggul dan pemanfaatannya secara berkelanjutan,” katanya.

Pihaknya berharap keberadaan itik Turi ini bisa menjadi salah satu produk unggulan Bantul, sehingga tingkat perekonomian peternak semakin lebih baik seiring banyaknya pesanan dari para pengusaha kuliner lokal maupun luar Yogyakarta.

“Ini juga menjadi salah satu kunci untuk mengurangi angka kemiskinan dengan mendorong produksi itik Turi di kalangan peternak, kami harapkan peternak semakin bergairah untuk meningkatkan populasinya,” katanya.

**wid/es/ant.

Tags: