Jakarta Belum Bisa Disebut Kota Layak Anak

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

taman terpaduJakarta-GD|Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) ingin menilai Ibu Kota saat ini belum dapat dinobatkan sebagai kota layak anak (KLA). Akan tetapi, Ahok menyebut hanya Jakarta yang memiliki banyak taman atau ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

“Soal penilaian, biar orang yang nilai. Menurut saya, Jakarta belum layak. Trotoar jelek, taman bermain jelek dan anak-anak juga banyak yang tidak sekolah. Kita dorong KJP (Kartu Jakarta Pintar) dan kendaraan bus belum cukup. Nah, kita akan paksa anak-anak naik bus TransJ saja lebih aman,” kata Ahok di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).

“Menurut saya, di Indonesia nggak ada provinsi yang membangun taman RPTRA ya. Bukan sekedar taman, taman terpadu yang ngurusin orang, dari janin sampai yang mau meninggal. Kesehatan semua diurusin, kita bangun banyak,” imbuhnya.

Ahok ingin dengan banyaknya taman di Ibu Kota, warga bisa mengenal lingkungan sekitar dan Tuhannya dengan lebih baik lagi. Dia ingin nanti bisa diadakan tempat pengajian.

“Kota layak anak harus membuat anak-anak tahu siapa pencipta Anda, ada keserasian dengan pencipta-Nya. Bukan hanya anak bermain, tapi anak harus disiplinkan. Kalau Anda ngerokok, kita usir, buang sampah sembarangan, kita usir. Jangan merasa Anda seorang anak jadi sok menginjak-injak aturan,” kata Ahok.

“Prinsip saya sederhana, kalau Anda tidak mau berubah, Anda jadi petinju kriminal terserah. Mau ketembak terserah, tapi saya nggak mau ada anak baik terganggu sama anak yang tidak baik. Kalau Anda tidak mau didisiplinkan, saya akan keluarkan Anda. Kita lagi bangun 54 lokasi, saya akan selesaikan di November dan Desember,” lanjut dia.

Ahok bahkan tahun depan berencana menambah 150 RPTRA. Dia pun menargetkan pembebasan lahan untuk pembangunan taman bisa kelar akhir tahun ini.

“Tahun depan mau tambah 150 (RPTRA) lagi. Targetnya selesai tahun ini total ada 6 (RPTRA) sudah, (mau) tambah 54 lagi. Total 60 lokasi. Makanya tahun depan 150 lokasi, saya suruh beli lahan tahun ini,” urainya.

Menurut dia di salah satu tamannya nanti mau dibangun lego. Apabila jadi, rencananya Ratu Denmark juga akan datang untuk meresmikan secara langsung.

“Dari Denmark ratunya akan datang meresmikan yang model lego. Dia akan kasih lego. Saya kira di Cililitan atau di Cideng ya yang ada bangunan legonya. Itu khas Denmark, jadi nanti waktu peremian, ratunya datang,” kata dia.

Ahok menyebut pembangunan RPTRA ini tidak menggunakan uang APBD sepeser pun. Melainkan menggunakan dana CSR dengan kompensasi perusahaan tersebut boleh menuliskan namanya di papan RPTRA.

“(Kalau) CSR dia boleh tulis merek lah. Tahun depan kalau ekonomi nggak susah, langsung bikin anggaran APBD sendiri, saya bilang sama Bu Dien Emawati (Kepala BPMPKB) buat 150 taman punya sendiri. Kalau ada yang nyumbang nanti di APBD Perubahan kita SiLPAkan saja. Kan kita sudah tahu harga satuannya, yang RPTRA itu di bawah Rp 700 juta karena nggak hitung tanah,” jelas Ahok.

Dia juga meminta nantinya rumput-rumput di taman yang kerap dipakai untuk latihan futsal menggunakan rumput sintetis. Sebab kalau rumput asli, bisa cepat rusak.

Belum lagi jika ada bebatuan besar yang bisa melukai lutut atau tubuh anak-anak. “Makanya saya katakan standar ke depan nggak boleh rumput asli kalau dihajar terus, pakai rumput sintetis saja dan supaya anak nggak luka,” pungkasnya.
(aws/mok)
sumber:detik.com