Jaksa Agung Diminta Tingkatkan Pengawasan Internal

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

ruangan-komisi-iii

Jakarta-GD| Komisi III DPR RI mengadakan rapat kerja bersama dengan Jaksa Agung Basrief Arief, pada Senin 23 Juni 2014 di gedung Nusantara 2 DPR Senayan, Jakarta. Rapat kerja ini membahas evaluasi kinerja semester I tahun 2014 dan optimalisasi kinerja Kejaksaan Agung.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Dr. Pieter C. Zulkifli Simaboea, MH (Fraksi Partai Demokrat), mendesak Jaksa Agung untuk menyelesaikan perkara-perkara secara responsif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pieter menjelaskan bahwa Restoratif Justice yang menjadi keprihatinan semua, sebagai contoh adalah anak- anak di bawah umur jangan ditahan bersama orang dewasa. Restorative justice di sini merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri. “Ini bisa memberikan pelajaran yang kurang baik bagi anak itu sendiri”, terangnya, dalam Rapat Kerja Komisi III DPR, di Jakarta, Senin 23 Juni 2014.

Sementara itu Jaksa Agung Basrief Arief menjelaskan, bahwa Kejaksaan Agung akan secara bijak menindak setiap tindak pidana dan tindak korupsi. Terkait dengan transkip pembicaraannya dengan Megawati, beliau bersumpah bahwa itu 1000 persen fitnah.

“Kita tidak akan melakukan hal-hal yang menyimpang. Kita lakukan itu betul-betul berdasarkan hukum. Tujuan kita adalah penegakan hukum yang benar, adil, dan ada manfaat bagi masyarakat maupun negara”, kata Basrief.

Hingga saat ini, Basrief masih menunggu perkembangan dari penyidik Polri mengenai kasus tersebut. Karena hal tersebut merupakan delik aduan, maka penyidik yang nantinya akan menyimpulkan terkait dengan masalah pemberitaan serta penyebaran, ujarnya.

Pada akhir rapat, Pimpinan Komisi III DPR mengatakan, Jaksa Agung harus meningkatkan efektivitas pengawasan internal untuk mencegah penyalahgunaan wewenang, serta melakukan optimalisasi peningkatan kinerja secara menyeluruh, independen, profesional dan proporsional. Beliau berpesan pada seluruh anggota komisi dan fraksi agar sama-sama membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat, jangan melakukan demokrasi yang tidak terpuji.
**mkah/vvn.

Tags: