Jelang Puasa, Gas Elpiji 3 Kilogram Langka

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

gas-elpiji-3kg-langka

Jakarta-GD| Antrean sejumlah motor yang menggunakan ranjang di kursi belakang tampak terlihat di beberapa pangkalan gas Elpiji tiga kilogram di ibu kota, salah satunya terlihat di PT Ghatot Meilan Subroto yang berlokasi di Jalan Raya Tanjung Barat.

Seorang pedagang air mineral dan gas yang sudah antre sejak pagi mengatakan, sudah hampir satu minggu gas elpiji 3 kilogram susah didapatkan di pangkalan.

“Langkanya sih baru-baru ini, satu mingguan lah. Saya nunggu dari jam 10.00, biasanya kalau enggak langka jam 11.00 juga sudah datang, tapi dah satu minggu ini datangnya selalu sore,” ujar Bubun kepada wartawan saat mengantre di pangkalan PT Ghatot Meilan Subroto, Jumat (6/6).

Setiap hari Bubun bersama beberapa para pedagang rela antre demi mendapatkan gas subsidi dari pemerintah itu. Mukhtar yang ikut dalam antrean mengatakan, kelangkaan Elpiji tiga kilogram membuat dirinya terpaksa membeli lebih sedikit dari biasanya.

“Saya biasa kalau beli satu hari itu 30 tabung, tapi karena sekarang langka jadi Cuma bisa beli 20 tabung, dibatasi pembeliannya dari pangkalan, katanya biar kebagian semua,” kata Mukhtar.

Langkanya gas Elpiji diakui Bubun dan Mukhtar tidak sampai membuat keduanya menaikan harga meski harus rela antre sejak pagi demi melayani pembelinya.

“Kalau dari pangkalan (harga) naik ya saya pasti naik, tapi ini kan enggak, cuma langka saja,” tuturnya yang tetap menjual Rp 18.000 pertabungnya.

Bubun menambahkan, kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram menjelang puasa sudah menjadi kebiasaan. Bahkan seringkali mendekati puasa harga gas elpiji biasanya naik dari harga biasanya.

Sementara itu,  Assistant Manager External Relation Marketing Operation Region III, PT Pertamina Pemasaran Jawa Bagian Barat ,Milla Suciyani mengatakan pihaknya telah menambah pasokan elpiji 3 kilogram, sebagai antisipasi peningkatan kebutuhan Elpiji jelang dan selama bulan puasa.

Penambahan pasokan itu berada di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Tambahannya mencapai 2,95 juta tabung.

“Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh tabung elpiji 3 kg dan untuk pemenuhan kebutuhan elpiji menjelang puasa tahun ini,” kata Milla Suciyani, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 6 Juni 2014.

Milla mengatakan, penambahan pasokan akan dilaksanakan pada pekan kedua bulan ini untuk ketiga provinsi. Untuk Provinsi Jawa Barat dengan alokasi harian sebanyak sekitar 1,15 juta tabung akan diberikan tambahan pasokan sebanyak lebih dari dua juta tabung.

Sementara itu, tambahan elpiji melon untuk Provinsi DKI Jakarta, mencapai sekitar 506 ribu tabung dari alokasi harian sebanyak 338 ribu tabung. Kemudian, untuk Provinsi Banten, tambahan pasokan mencapai 419 ribu tabung dari alokasi harian sebanyak sekitar 280 ribu tabung.

“Dengan adanya tambahan pasokan ini, Pertamina berharap kebutuhan masyarakat akan elpiji 3 kg dapat terpenuhi,” kata dia.

Milla melanjutkan, Pertamina sebagai badan usaha yang diberikan tugas oleh pemerintah untuk mendistribusikan barang bersubsidi elpiji 3 kg, berusaha untuk melakukan monitoring di lapangan.

Untuk itu, sejak Desember 2013, Pertamina mulai menerapkan sistem monitoring distribusi elpiji 3 kg yang dikenal dengan nama SIMOL3K. Dengan sistem ini, perjalanan distribusi elpiji ini dapat dipantau, sehingga mencegah terjadinya pemanfaatan oleh pihak-pihak yang ingin melakukan aksi penyelewengan.

Pertamina kembali mengingatkan bahwa elpiji 3 kg ini, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas bahwa elpji 3 kg diperuntukkan bagi rumah tangga dengan belanja bulanan maksimal Rp1,5 juta dan usaha mikro, yakni usaha dengan modal kurang dari Rp50 juta dan omzet kurang dari Rp300 juta per tahun.

Untuk kalangan yang tidak berhak menggunakan elpiji melon ini, Pertamina menyediakan produk elpiji non-subsidi, yakni tabung 50 kg, Bright Gas kemasan 12 kg, maupun Ease Gas kemasan 9 kg dan 14 kg.

“Pertamina juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu pengawasan distribusi elpiji 3 kg, agar hanya digunakan oleh orang yang berhak,” ujar Milla.

Sementara itu, apabila ada indikasi terjadinya penyelewengan elpiji 3 kg, masyarakat dapat menyampaikan laporan ke kepolisian setempat, pemda, Hiswana, atau ke Pertamina melalui contact center Pertamina di nomor (021) 500-000.
(art)

Tags: