Jokowi Hadapi Dilema Tunjuk Jaksa Agung

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

kejaksaan-agung

Jakarta-GD|  Presiden Jokowi disebut sedang menghadapi dilema lantaran sampai sekarang belum menunjuk jaksa agung pada pemerintahannya. Sebab, tidak mudah mencari sosok yang kapabel apalagi bersih untuk menjabat jaksa agung. Apalagi, tidak sedikit pihak yang dianggap berkepentingan dengan posisi jaksa agung.

Hal itu disampaikan anggota Komisi Hukum Nasional, Frans Hendra Winarta, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (3/11), menanggapi belum ada penunjukan jaksa agung pengganti Basrief Arief.

“Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya Presiden Jokowi mencari jaksa agung yang kapabel dan bersih. Pasti salah satunya tidak terpenuhi. Kalau mampu, tetapi kurang jujur. Kalau jujur, kurang mampu. Akibatnya, dapat orang jujur, tapi tidak atau kurang mampu,”

Menurutnya, apa pun situasinya Presiden Jokowi harus berani menentukan pilihan asalkan dirinya benar-benar menelusuri rekam jejak sosok yang ditunjuknya sebagai jaksa agung.

“Presiden harus berani memilih orang dan mampu menelusuri rekam jejaknya. Kalau kurang bersih, bisa dimaafkan dengan catatan ke depan harus bersih, berintegritas, dan bekerja keras,” katanya.

Frans menyatakan yang dibutuhkan Jokowi adalah jaksa agung yang berpengalaman, selain berintegritas, cerdas, tegas, dan konsisten. Kalau salah memilih jaksa agung, agenda pemberantasan korupsi pemerintah diyakini tidak akan optimal.

“Salah pilih jaksa agung akan fatal, sebab kemampuan KPK memberantas korupsi terbatas tanpa bantuan jaksa agung, menkumham, kapolri, dan Ombudsman serta PPATK,” ujarnya.

**bs/sp

Tags: