Kadin : Visi-Misi Jokowi-JK dalam Debat Capres Lebih Realistis

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0
 Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Natsir Mansyur.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Natsir Mansyur.

Jakarta-GD| Sebagian dari pelaku usaha nasional menilai pemaparan visi-misi pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih realistis dan mudah dipahami daripada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

“Mereka berbicara yang sedang dan telah dilaksanakan, sementara nomor satu baru akan,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Natsir Mansyur, pada Selasa, 10 Juni 1014.

Menurut dia, dalam debat tadi malam penjelasan kedua calon masih terbilang normatif. Namun dari keduanya, gagasan serta rencana nomor urut dua di bidang ekonomi lebih realistis bagi kalangan dunia usaha ke depan. “Lebih bisa diterima, karena keduanya memang pengusaha,” ujarnya.

Kemudian soal kebijakan perlindungan hukum bagi semua investor, ia menambahkan, pemaparan Jokowi-JK juga lebih unggul dari Prabowo-Hatta.  “Tidak ribet, karena langsung ke akar persoalannya.”

Natsir menyatakan kebijakan tunggal pemerintah yang diusung Jokowi dianggap  pro-bisnis dan penting untuk menghapus kebijakan masing-masing kementerian atau badan yang berjalan saat ini. “Lebih efisien dan gampang jika kepastian hukumnya terjaga,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, kalangan pengusaha lebih leluasa dalam menjalankan setiap aktivitasnya. “Saat ini untuk soal maritim saja, Kementerian Perhubungan, Perindustrian dan Bappenas  terlihat jalan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga mengatakan penjelasan Jokowi mengenai kebijakan ekonomi jangka penjang Indonesia, dengan mengalihkan dan mengembangkan sektor logistik nasional berbasis maritim, lebih diterima. “Karena darat sudah sangat sulit, ya maritim lebih realistis,” ujarnya.

Terakhir ia berharap, penyampaian visi misi dari kedua pasangan calon bisa memberikan harapan dan sentimen positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Jangan sampai ini (debat) dijadikan sebagai jalan untuk menakut-nakuti investor,” kata dia.

**JS/TP.

Tags: