Kapal TKI Dikaramkan Malaysia, Presiden Diminta Bentuk TPF

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

kapal tki tenggelam

Banda Aceh-GD| Gubernur Aceh meminta Presiden membentuk tim untuk mencari kebenaran terkait musibah karamnya kapal yang ditumpangi 97 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di perairan Malaysia, Rabu, 18 Juni yang lalu.

Pemerintah Aceh memandang penting membentuk tim tersebut setelah ada kabar yang beredar yang menyatakan kapal tersebut sengaja ditenggelamkan oleh pihak negeri Jiran itu.

Hingga Senin siang, 23 Juni 2014, masyarakat masih terus menghubungi posko informasi dan pengaduan korban kapal nahas itu. Mereka umumnya menanyakan keberadaan keluarga serta menyampaikan kesaksian terkait musibah tersebut.

“Ada keluarga korban yang mengakui bahwa pada saat kejadian menerima telepon dari anggota keluarganya dalam kapal itu. Beragam versi berita muncul, semua kita tampung untuk kita verifikasi bersama tim Pemerintah Aceh di Malaysia,” ujar Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Murthalamuddin, melalui rilis kepada wartawan, Selasa, 24 JUni 2014.

Menurutnya, tim pencari fakta ini penting dibentuk untuk memastikan kebenaran informasi yang menyebutkan kapal tersebut sengaja ditenggelamkan Malaysia. Selain itu, pengusutan kasus ini penting karena menyangkut kehormatan bangsa.

“Apapun penyebab karamnya kapal pengangkut TKI asal Aceh itu harus diungkapkan, karena ini menyangkut kehormatan bangsa,” kata dia.

Kedua negara ini lanjutnya, harus turun tangan menyelidikinya apa penyebab sebenarnya musibah yang menewaskan sekitar 16 orang itu. Kemudian kedua belah pihak harus mengungkapnya ke publik, agar tidak adanya polemik dimasyarakat dan antar kedua negara.

“Bagi Aceh kasus ini bisa menjadi pemicu rusaknya stabilitas, oleh karenanya akan membantu siapapun untuk mengungkap kasus ini,” terang Murthalamuddin.

Dia menghimbau, kepada keluarga korban dan semua masyarakat Aceh bersabar menunggu langkah langkah pemerintah dalam kasus ini. Pemerintah Aceh berjanji akan mendorong dan fokus mendorong pemerintah pusat untuk mendapat kejelasan atas kasus ini.

Sejumlah kabar lain berhembus soal karamnya kapal tumpangan TKI tersebut. Sejumlah media lokal di Aceh menyebutkan, adanya saksi yang juga korban selamat kapal nahas tersebut menepis kabar kapal tersebut tenggelam karena kelebihan muatan.

“Itu adalah cerita bohong yang memutarbalikkan fakta,” tulis salah satu media online lokal, Atjeh Post, yang mengutip pernyataan salah seorang korban selamat asal Aceh yang sedang bersembunyi dari kejaran keamanan Malaysia.

Menurutnya, kapal yang ditumpanginya beserta 97 penumpang lainnya itu dikejar dan ditembaki oleh petugas Bea Cukai Malaysia sesaat setelah berlayar. Karena takut, oleh tekong, kapal kemudian diberhentikan.

Namun petugas Malaysia malah menabrak dengan kapal-kapal kastam (custom). Akibatnya sejumlah penumpang terjatuh ke laut, sedangkan beberapa orang lainnya memilih terjun karena takut.

Kemudian sejumlah petugas menaiki kapal tumpangan TKI itu, lalu mematikan mesin kapal dan menghajar dua penumpang. “Selanjutnya mereka menanyakan siapa tekong. Tidak ada yang mengaku, sebab si tekong akan dipukuli. Karena tak ada yang mengaku, si petugas itu memukuli penumpang. Dua di antara kami babak belur digebuk,” kata korban selamat tersebut.

Petugas-petugas bea dan cukai negeri tetangga itu lalu membiarkan kapal tongkang yang ditumpangi tenaga kerja Indonesia yang didominasi TKI asal Aceh itu tenggelam. Kata korban tersebut, setelah tenggelam baru kemudian satu persatu diangkut oleh mereka dari laut.

Sementara itu, 61 warga Aceh yang menjadi TKI di Malaysia, hingga saat ini masih ditahan di kantor polisi dan imigrasi Malaysia. Pemerintah Aceh masih terus berupaya untuk memulangkan korban selamat tersebut tanpa harus menjalani proses hukum.

Posko Informasi dan Pengaduan musibah kapal karam Pemerintah Aceh merilis tiga foto jenazah korban tenggelam tanpa identitas. Petugas posko berharap dengan dirilis foto tersebut ada keluarga yang mengenali korban.

“Bagi siapa saja yang mengenali dan mengetahui kecocokan identitas/wajah, dapat memberitahu kami melalui email humas@acehprov.go.id,” ujarnya.
*zh/vvn.

Tags: