Kartu Virtual Rusun Rawan diperjual-belikan, Ahok Naik Pitam

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

ahok-marah-di-rusunawa-marunda

Jakarta-GD| Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kecewa dengan kinerja Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI dan Bank DKI. Basuki kesal hingga terpancing emosinya saat membagikan kartu virtual account Bank DKI kepada penghuni Rusunawa Marunda yang ternyata hanya seperti kartu pintu hotel.

Karena kecewa dengan kartu virtual penghuni rusunawa tersebut,  Ahok pun naik pitam marah-marah kepada Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Yonathan Pasodung dan Dirut Bank DKI Eko Budiwiyono.

“Pak, ini kenapa kartunya hanya seperti kartu hotel begini?” tanya Basuki membolak-balikkan kartu dengan nada suara meninggi kepada Eko dan Yonathan yang berada di sisi kirinya, Jakarta Utara, Kamis (4/9/2014) pagi.

Mereka berdua hanya terdiam dan mengangguk-angguk saat Basuki menanyakan perihal itu.

“Saya ini minta tiap ruangan diberi satu kartu, tapi yang harus ada foto seperti kartu yang dimiliki PKL. Sehingga, pas saya iseng ketok kamar di rusun dan minta penghuni keluarkan kartunya, bisa ketahuan apakah sama identitas kartu termasuk foto dengan warganya. Kalau tidak sama, kita usir,” ujar Basuki menahan kesal.

Dengan wajah masam, Basuki menyerahkan kembali kartu virtual account kepada perwakilan penghuni rusun. Namun, kembali ia menekankan kepada Bank DKI untuk memperbaiki desain kartu. Basuki tidak ingin lagi ada warga kurang mampu yang masih “bermain” dan memperjualbelikan rusun yang telah diberikan Pemprov DKI.

“Saya betul-betul kecewa sama Bank DKI. Ini kalau di kartu cuma ada nomor dan angka-angka tidak ada fotonya ya gampang diperjualbelikan ke oknum lainnya,” kata dia kesal.

Kartu virtual account Bank DKI itu hanya tertera kode rusun, cluster, blok, lantai, nomor unit, serta nomor virtual account penghuni rusunawa Marunda. Kartu itu pun tidak bisa dipergunakan untuk keperluan kartu ATM.
**kps.

Tags: