Kasus DBD Tinggi di Jakarta Utara, Warga diminta Waspada

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

kasudin-kesehatan-jakaut-bambang-suheriJakarta-GD| Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta Utara pada tahun 2014  masih cukup tinggi tidak terkecuali di perumahan elite. Hingga September ini, tercatat 915 orang diserang  nyamuk aedes aegypti itu. Dari jumlah iru  seorang bocah bernama Indah,10, warga warga RT 13/03, Kelurahan Tugu Selatan, meninggal setelah dirawat di RSUD Koja.

Data diperoleh dari Sudin Kesehatan Jakarta Utara,  pendertia DBD  antara lain Kecamatan Tanjung Priok, 247, Penjaringan 161, Cilincing 160,  Koja 126, Pademanagan 70 orang dan permukiman elit Kelapa Gading 151 orang.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suheri, mengakui kalau di Jakarta Utara kasus DBD tergolong masing tinggi terutama di perumah-perumahan elite. Ini karena saat dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang ada di rumah pembantunya, sehingga tidak mungkin petugas  melakukan PSN di rumah sehingga cukup dilakukan di luar saja.

“Memang DBD di Jakarta Utara menurun karena pada 2013 lalu jumlah penderita DBD mencapai 1433 orang dan tiga 3 suspek. Sedangkan tahun ini hingga September ini, laporan  korban meninggal di RSUD Koja satu orang. Saat ini tim kita sedang lakukan penyelidikan epidemi dengan radius 200 meter dari rumah korban,” ujar Kasudin, Rabu (10/9).

Menurutnya, korban panas tinggi dan demam, oleh pihak keluarga membawa ke Puskesmas tapi tidak dirawat dan dibawa pulang ke rumahnya. Namun,  lima hari kemudian korban kembali mengalami panas tinggi dan demam.

“Saat itulah korban dibawa ke RSUD Koja, belum sempat mendapat perawatan akhirnya Indah meninggal. Atas kejadian ini saya mengimbau kepada warga agar waspada jika panas tinggi dan demam bisa-bisa terserang DBD,”terang Bambang.

Kasudin  juga minta  warga agar terus melakukan 3M (Menguras, Mengubur dan dan Menurup) yang barang bekas tidak terpakai. Selain itu juga harus menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk dilingkungan. Apalagi, menjelang akhir tahun ini, menurutnya waktu paling krusial dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

**wandi.

Tags: