Kejagung Geledah Kantor Dinas PU DKI Terkait Korupsi

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

mantan-kadis-pu-ery-basworoJakarta-GD| Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menggeledah dan menyita sejumlah barang di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, di Jalan Taman Jatibaru nomor 1 Jakarta Pusat, terkait kasus korupsi perbaikan dan Pemeliharaan Jaringan atau Saringan Sampah, tahun anggaran 2012 dan 2013 di dinas tersebut.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Tribagus Spontana, di Jakarta, Kamis (18/9), selain menggeledah kantor tersebut,¬† penyidik juga menggeledah kantor perusahaan swasta. “Menggeledah kantor PT Asiana Technologies Lestari di Jalan Raya Meruya Ilir, Intercon Plaza blok A III nomor 15, Blok A1 nomor 3M-N, Jakarta Barat,” ujar Tony.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan 3 orang tersangka, yakni Ery Basworo (EB), mantan Kepala Dinas PU Provinsi DKI Jakarta. Kemudian, mantan Kepala Bidang Pemeliharaan Sumer Daya Air Departemen PU Pemprov DKI inisial RA.

Selanjutnya, mantan Direktur Utama PT Asiana Technologies Lestari, NH. Inisial RA dari informasi didapat bernama Rifiq Abdullah, sedangkan NH bernama Noto Hartono.

Ketiga orang tersebut menjadi tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) nomor Print 66/6.2/Fd.1/2014, 27 Agustus untuk RA, lalu nomor 67 untuk NH, dan EB nomor 68.

Penyidik Kejaksaan Agung juga telah memeriksa empat orang panitia lelang proyek pengadaan perbaikan dan pemeliharaan jaringan atau saringan sampah di Dinas Pekerjaan Umum (PU)) Provinsi DKI Jakarta, tahun anggaran 2012 dan 2013.

Keempat pantitia lelang proyek di atas yang menjalani pemeriksaan sebagai saksi, masing-masing Dudi Gardesi (Ketua Panitia Lelang Tahun 2012), Heria Suwandi (Sekretaris Panitia Lelang Tahun 2012), Tatang Solihin (Ketua Panitia Lelang Tahun 2013), dan Robert R (Sekretaris Panitia Lelang Tahun 2013).

Pokok pemeriksaan terhadap saksi Dudi dan Heria, yakni tentang kronologis pelaksanaan pemilihan barang dan jasa kegiatan proyek saringan sampah tahun anggaran 2012, senilai  Rp 14.404.132.000 (Rp 14,4 milyar), hingga pengusulan PT Asiana Technologies Lestari sebagai pemenang lelang.

Sedangkan terhadap saksi Tatang dan Robert, penyidik menyoal kronologis pelaksanaan pemilihan barang dan jasa saringan tahun anggaran 2013 senilai Rp 7.211.633.000 (Rp 7,2 milyar hingga pengusulan PT Asiana Technologies Lestari sebagai pemenang lelang.
**IS/Gt.

Tags: