Komposisi Kabinet Kerja melebihi Harapan Masyarakat

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

kabinet-kerja

Genta Demokrasi -  Komposisi anggota Kabinet Kerja ternyata melebihi harapan masyarakat sebelumnya karena didominasi oleh para profesional, berjumlah 21 orang sedangkan orang partai politik hanya 13 orang.

“Hal ini menunjukkan bahwa partai pendukung bisa mengalah demi kepentingan bangsa yang lebih besar,” demikian ungkap pengamat hukum dan politik UKSW, Theofransus Litaay, Senin (27/10) pagi.

Pada sisi lain, kata Theo, hal ini juga menunjukkan bahwa Presiden berhasil mengendalikan ekspektasi politik partai kedalam proses seleksi yang ketat dan obyektif sehingga bisa diterima berbagai pihak.

Namun yang paling penting di atas semuanya, menurut Ketua bersama Pusat Studi Antikorupsi dan Good Governance UKSW ini, ialah pelibatan KPK dan PPATK dalam proses ini sehingga bisa dihasilkan figur yang terseleksi juga dari segi integritasnya.

Menurut dia, proses semacam ini sangat penting untuk diterapkan pula dalam rekrutmen di tingkat eselon I dan eselon II. Presiden perlu untuk selanjutnya membangun sistem pengawasan yang lebih baik. Pada bagian lain, peran oposisi sangat penting dalam negara demokrasi sebagai mitra kritis pemerintahan.

Oposisi diharapkan dapat bersikap konsisten melakukan pengawasan secara kritis-konstruktif sehingga pemerintah dapat terpacu melaksanakan tugasnya secara baik dan benar.

“Publik tidak ingin oposisi menjadi gerakan destruktif atau merusak, tapi konstruktif demi kemajuan bangsa secara bersama,” tegasnya.

Mengenai adanya kalangan pegiat HAM yang kecewa dengan masuknya Ryamizard Ryacudu, menurut Theo, masalah itu perlu dipilah secara cermat berdasarkan rekam jejak yang obyektif dan jelas.
**SP

Tags: