KPK Periksa Hatta Rajasa Terkait Korupsi KRL Rp 11 M

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

Hatta RajasaJakarta-GD| Tanpa banyak diketahui sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini memeriksa Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Hatta yang telah memenuhi panggilan diperiksa terkait kasus KRL hibah dari Jepang pada 2006 di mana pada saat itu dia menjabat sebagai menteri perhubungan.

Hatta datang ke kantor KPK pukul 07.34 WIB. Dia ditemani dua orang stafnya. Hari ini dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus KRL Jepang.

Seperti diketahui, dalam kasus ini KPK telah menahan Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Soemino Eko Saputro. Kasus ini terjadi saat Hatta Rajasa masih menjadi Menteri Perhubungan.

Kasus ini berawal ketika Jepang memberikan bantuan kereta api listrik pada Departemen Perhubungan tahun 2006-2007. Nilai proyeknya mencapai Rp 48 miliar. Diduga kerugian negara mencapai Rp 11 miliar. Saat itu Menteri Perhubungan dijabat oleh Hatta Rajasa.

Diduga, telah terjadi mark up dalam biaya transportasi pengiriman kereta tersebut mencapai 9 juta Yen. KPK sudah menetapkan mantan Dirjen Perkeretaapian Dephub Soemino Eko Saputro sebagai tersangka.

Tersangka Soemino dikenai Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penetapan ini dilakukan KPK sejak akhir tahun 2009 lalu.

**fjr/van/dtk.

Tags: