KPK Tangani Kasus PTUN Medan Profesional

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0
kpk

KPK

Jakarta-GD|Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan tebang pilih dalam mengusut perkara dugaan suap hakim PTUN Medan termasuk di dalam menyikapi nama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang belakangan disebut-sebut.

“Saya sudah bilang pada tim (penyidik) bahwa KPK harus bekerja secara proper dan profesional,” kata Plt Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Indriyanto Sono Adji dalam pesan singkat, Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Nama Surya Paloh ramai menjadi pemberitaan di media massa. Paloh ikut pada pertemuan antara Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Wakil Gubernurnya Tengku Erry Nuradi, beserta OC Kaligis.

Dalam pertemuan itu disebut-sebut sebagai islah (perdamaian) antara Gatot dan Tengku lantaran hubungan keduanya tidak harmonis. Bahkan ketidakharmonisan keduanya disebut sebagai penyebab dijadikannya Gatot Pujo sebagai tersangka di Kejaksaan Agung atas kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial Sumut.

Diduga Tengku selaku Kader Partai NasDem main mata dengan pihak kejaksaan. Jaksa Agung HM Prasetyo juga dari Partai NasDem. Setelah keduang melakukan islah, pemanggilan Gatot sebagai tersangka tidak dilakukan lagi, bahkan statusnya lepas.

Indriyanto berjanji pihaknya akan profesional dalam menyikapi perkara tersebut. KPK berkerja sesuai dengan alat bukti yang ada.

“Karenanya (KPK) tidak akan terpengaruh dari desakan atau tekanan dari siapapun,” ujar dia.

Diketahui, istri muda Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho Evy Susanti membenarkan Kejaksaan Agung (Kejagung) pernah mentersangkakan suaminya di kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial Sumatera Utara.

Menurut Evy status tersangka itu diketahui dari surat panggilan penyidik Kejaksaan pada suaminya sebagai tersangka. Atas panggilan itu, Gatot Evy melakukan pertemuan dengan petinggi Partai NasDem.

“Iya dari Kejaksaan Agung awalnya itu (surat panggilan pemeriksaan kepada Gatot),” kata Evy usai bersaksi dalam sidang terdakwa OC Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Menurut Evy, pertemuan tersebut diinisiasi oleh Kaligis selaku ketua Mahkamah Partai DPP Partai Nasdem saat itu. Setelah adanya pertemuan itu, status tersangka suaminya lepas alias tidak jadi tersangka lagi.

“Jadi difasilitasi Pak Kaligis selaku ketua Mahkamah Partai, lalu bertemu lah di kantor Nasdem,” ujar Evy.

Sebelumnya Jaksa Agung HM Prasetyo pun ikut akat bicara. Dia menepis yang dikatakan oleh Evy Susanti. Prasetyo menegaskan bila Gatot tak pernah menjadi tersangka di Kejaksaan. [rol)