KPK Tetapkan Jero Wacik Sebagai Tersangka Korupsi Rp 9,9 M

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

jero wacik

Jakarta-GD| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik sebagai tersangka korupsi Rp9,9 miliar. KPK menegaskan, penetapan tersebut sudah objektif tanpa ada campur tangan pihak manapun.

Menteri ESDM Jero Wacik ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu 3 September 2014. Wacik disangka mengantongi Rp 9,9 miliar dengan cara menyalahgunakan kewenangannya sebagai menteri.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, motif Wacik melakukan dugaan tindak pidana korupsi itu untuk mendapatkan dana yang lebih besar dari yang dianggarkan.

“Pasca menjadi menteri maka diperlukan dana untuk operasional menteri yang lebih besar, untuk mendapatkan dana lebih besar dari yang dianggarkan maka dilakukanlah beberapa hal,” kata Bambang saat menggelar konferensi pers di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta.

Bambang mencontohkan, praktik terlarang itu antara lain dengan mengutip dana yang bersumber dari feedback pekerjaaan atau pengadaan barang dan jasa pihak ketiga seperti dana konsultan, pengumpulan dari rekanan dan dana dari program-program tertentu.

“Ada kegiatan yang dilakukan dan sebenarnya itu rapat fiktif.”

Terkait penyelidikan kasus ini, sejumlah orang sudah dipanggil KPK untuk dimintai keterangan. Antara lain, Jero Wacik dan istrinya, Triesnawati. Selain itu, Daniel Sparringa yang merupakan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang Komunikasi Politik.

Penyelidikan dugaan penyimpangan dana di kementerian ESDM dari tahun 2010 sampai 2013 ini merupakan pengembangan kasus yang menyeret mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno dan suap yang menyeret mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini.
*8sbs/tr/vn.

Tags: