Lima Bulan, Sudin PU Tata Air Jakbar Hanya Kerjakan Swakelola

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

Pemeliharaan-tanggul-di-grogol

Jakarta-GD| Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat menganggarkan Rp 433 miliar untuk pekerjaan tahun 2014 ini. Namun, dari total anggaran yang digunakan sejak lima bulan terakhir tersebut baru terserap 2,53 persen atau sekitar Rp 10 miliar. Jumlah tersebut sangat jauh berbeda dibanding tahun anggaran 2013 yang penyerapannya mencapai 45 persen pada kurun waktu yang sama.

“Tahun-tahun sebelumnya setiap wilayah dapat melakukan lelang proyeknya masing-masing jadi bisa cepat terlaksana. Tapi, sekarang seluruhnya sudah dilakukan lelang oleh ULP jadi agak lambat ”

Kepala Seksi Perencanaan Sudin PU Tata Air Jakarta Barat, Santo mengatakan, minimnya anggaran tahun 2014 yang terserap dibanding tahun 2013, disebabkan karena sistem lelang seluruh proyek yang kini dilakukan satu pintu di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa DKI Jakarta.

“Tahun-tahun sebelumnya setiap wilayah dapat melakukan lelang proyeknya masing-masing jadi bisa cepat terlaksana. Tapi, sekarang seluruhnya sudah dilakukan lelang oleh ULP jadi agak lambat,” ujar Santo, Senin (9/6).

Ia merinci, dari 41 paket kegiatan Sudin PU Tata Air Jakarta Barat yang sudah dilakukan pelelangan melalui ULP, baru lima proyek yang sudah diumumkan. Sedangkan, terserapnya anggaran 2,53 persen tersebut, terang Santo, berupa kegiatan swakelola pengerukan saluran penghubung, pengerukan danau dan bayar honor pegawai.

“Sekarang karena sistemnya sudah satu pintu, setiap wilayah hanya menunggu selesainya lelang oleh ULP baru dapat dikerjakan. Sedangkan kegiatan lelang yang harus dilakukan ULP di dinas pada lima wilayah plus Kepulauan Seribu lebih dari 7000 kegiatan. Jadi, terpaksa harus antre,” ucap Santo.

Adapun total anggaran sebesar Rp 433 miliar, terang Santo, akan dilaksanakan untuk 200 kegiatan di unitnya seperti, pekerjaan normalisasi saluran, pengerukan saluran penghubung, peningkatan dan refungsi saluran, pengerukan danau, perencanaan pengadaan barang, pembangunan rumah pompa, peningkatan saluran, perbaikin deker, perbaikan pintu air, perbaikan pompa, dan lain sebagainya.

Disinggung, dengan minimnya penyerapan anggaran mengingat tahun anggaran 2014 akan habis tujuh bulan lagi, Santo mengaku tetap optimis seluruh kegiatan tersebut dapat terlaksana.

“Tahun 2013 saja dengan waktu yang juga mepet, dengan total anggaran sebesar Rp 178 miliar dapat terserap sebanyak 84 persen,” tandasnya.

**ms/dn/bj.

Tags: