Mantan Camat Kramatjati Dijebloskan ke Cipinang

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

Mantan Camat KramatjatiJakarta-GD| Kejaksaan Negeri Jakarta Timur mengeksekusi mantan Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Barat Ucok Bangsawan Harahap ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (29/8/2014).

Berdasar putusan Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No 25/PID.SUS/TPK/2014/PN.JKT.PST, Ucok divonis dengan hukuman 1 tahun penjara plus denda Rp 50 juta.

“Sidang putusan dilaksanakan pada 15 Juli, namun karena kami terima suratnya 22 Agustus jadi baru sekarang kami eksekusi,” kata Kasie Pidsus Kejari Jaktim Silvia Desty Rosalina, kepada wartawan di kantornya, Jumat (29/8/2014).

Ucok terbukti bersalah melanggar Pasal 3 uu 31 tahun 1999 tentang korupsi dan diuabah dalam UU no 20 tahun 2001 tentang revisi uu pidana korupsi jo Pasal 55 KUHP. Dalam hal ini Ucok merugikan negara Rp 609 juta. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 1 tahun 6 bulan.

“Ucok tidak menyatakan banding. Artinya putusan ini inkrah dan kita lakukan eksekusi,” katanya.

Diketahui, Ucok ditetapkan sebagai tersangka saat menjabat Kasudin Perhubungan Jakarta Barat, terkait kasus korupsi saat dia menjabat camat Kramatjati. Pada 14 Februari 2014, Ucok juga sudah masuk ke Rutan Cipinang. Namun, Ucok sempat menghirup udara bebas setelah pengajuan tahanan kota dan dikabulkan pada 17 Maret 2014.

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis 1 tahun penjara kepada Ucok Bangsawan Harahap, Camat Kramatjati periode 2011-2013. Hakim menilai Ucok terbukti bersalah karena memotong anggaran sebesar 30 persen dari sekitar 60 kegiatan satuan kerja perangkat daerah dalam dokumen pelaksana anggaran.

“Dia juga didenda Rp 50 juta atau ganti pidana kurungan 1 bulan,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Sylvia Desti Rosalyna di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Jumat, 29 Agustus 2014. Vonis atas Ucok tercantum dalam putusan hakim tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 25/PID.SUS/TPK/2014/PN.JKT.PST.

Menurut Sylvia, sekarang terpidana Ucok ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1A Cipinang, Jakarta Timur. Sebelumnya, Ucok ditahan pada 14 Februari 2014. Ia kemudian dinyatakan sebagai tahanan kota pada 17 Maret 2014. “Sidang putusan dilaksanakan pada 15 Juli 2014. Namun kami baru menerima surat putusan pada 22 Agustus kemarin. Makanya, baru sekarang kami melakukan eksekusi,” ujar Sylvia.

Kerugian negara akibat korupsi yang dilakukan Ucok mencapai Rp 609.446.600. “Seluruh uang hasil korupsi sudah dikembalikan ke negara saat penyidikan. Setelah mengembalikan uang, Ucok menjadi tahanan kota,” tutur Sylvia.
**trb/tp.

Tags: