Pelantikan Jokowi, TNI-Polri lakukan Pengamanan Pagar Betis

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

panglima-tni-dan-kapolri

Jakarta-GD| Panglima Tentara Negera Indonesia (TNI) Moeldoko mengatakan pengamanan prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah siap.

Namun, terkait adanya kirab budaya yang akan digelar untuk mengarak Jokowi-JK dari Bundaran HI sampai Istana Negara, Moeldoko mengaku agak sedikit terganggu berkaitan dengan pengamanan.

“Untuk tidak melakukan kegiatan sifatnya merayakan tetapi membuat tidak aman. Setelah dari (Bundaran) HI itu yang agak ribet. Padahal itu Istana Negara, ini juga rawan, jadi harus kita waspadai semuanya,” katanya saat pertemuan dengan pimpinan MPR, Polri dan BIN di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).

Karena kirab budaya tersebut merupakan sesuatu yang tidak biasa pada acara pelantikan presiden sebelumnya, Moeldoko mengatakan, TNI bersama Polri memutuskan untuk melakukan metode pengamanan pagar betis dari sepanjang Bundaran HI hingga Istana Negara untuk membatasi pengunjung dan arak-arakan kereta kencana presiden. Dengan begitu, ritual salam-salaman dengan rakyat yang biasa dilakukan Jokowi juga tidak bisa dilakukan pada selama proses kirab budaya tersebut.

“Nanti kita akan gunakan pagar betis. kemarin kita sepakat dengan timnya yang diutus pak Jokowi. Kita rapat di Menko Polhukam, untuk saling memahami dari HI menuju istana itu,” katanya.

Di luar itu semua, Moeldoko memastikan, TNI bersama Polri dan BIN sudah mempersiapkan rencana pengamanan ini semenjak dua hari yang lalu. Tetapi, dia meminta kepada masyarakat yang akan hadir untuk dapat memahami antara kepentingan protokoler pengamanan presiden dan jadwal yang begitu padat.

“Oh, iya, kan kita memahami perkembangan di lapangan. Jadi, kegiatan terjadwal dengan baik, itu supaya tidak terganggu. Masyarakat harus juga bisa memahami antara kepentingan protokoler serta jadwal yang begitu padat,” pungkasnya.

**sp

Tags: