Penentu Pemenang Pilpres 2014 Berakhir di MK

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

sigmaJakarta-GD| Jika salah satu pihak merasa tidak puas dengan hasil rekapitulasi perolehan suara pilpres 2014 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli, maka mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sebagai langkah yang tepat.

“Kalau ada dugaan kecurangan, pelanggaran, ajukan ke MK. Nanti nanti MK yang menentukan akhirnya,” ujar Pengamat Politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) kepada wartawan, Senin (21/7/2014).

Namun, lanjutnya, bagi pasangan capres dan cawapres yang mengugat jangan mengada-ada. Jangan mengajukan dugaan yang sifatnya asumtif, sebaliknya ajukan bukti-bukti yang cukup. “Jangan berdasarkan asumsi belaka,” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat perlu menyadari dimanapun kompetisi ada yang menang dan kalah. Bagi pendukung yang ditetapkan menang oleh KPU, lanjutnya, tidak perlu euforia yang berlebihan. Cukup yang wajar-wajar saja, karena di MK ada peluang berubah.

“Pendukung capres yang kalah menurut KPU, tidak perlu harus marah-marah apalagi terprovokasi. Masih ada proses melawan KPU di MK,” jelasnya.

Sebaliknya, tambah Said, masyarakat tidak perlu sinis terhadap pihak penggugat atau pemohon Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Sebab, hal itu merupakan konstitusional seorang warga negara.

“Mencari keadilan melalui instrumen hukum merupakan jalur yang paling tepat, ketimbang memprovokasi masyarakat yang berujung pada terciptanya konflik horizontal,” pungkasnya.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menegaskan dirinya akan tetap netral dalam penyelesaian sengketa pilpres di MK. Walaupun Hamdan sendiri berasal dari partai politik.

“Saya juga dari partai, kalian boleh lihat. Sepanjang putusan-putusan dari MK di bawah kepemimpinan saya, karena semua orang datang ke sini untuk meminta keadilan,” katanya di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (21/7).

Hamdan juga menambahkan, soal transparansi, MK mendapat pujian dari masyarakat internasional. Dia mengimbau rakyat untuk tetap mengawal MK. “Dari luar negeri saja mengakui MK transparan, live streaming jalan terus,” imbuhnya.

**si/mer.

Tags: