PPB : Robot Pembunuh jadikan Perang Lebih Menyeramkan

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

robot-pembunuh-perang-di-masa-depan

Genta Demokrasi |  Pasukan robot yang diprogram untuk bisa membunuh tanpa perintah diperkirakan akan terwujud sebentar lagi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun memberikan sinyal pelarangan pembuatan robot ini.

Isu ini datang setelah beberapa negara menyatakan berhak untuk mengembangkan teknologi demi mempertahankan keamanan negara mereka. Tahun lalu, Allistair Burt dari pemerintahan Inggris mengatakan kekhawatirannya terhadap potensi dan implikasi dari perkembangan teknologi yang semakin menakutkan. Oleh karena itu, menurut dia, Inggris berhak untuk mengembangkan teknologi robot sebagai perlindungan bagi pasukannya.

Ini memberikan kekhawatiran tersendiri bagi organisasi dunia, PBB. Perwakilan tertinggi PBB untuk divisi perlucutan senjata, Angela Kane, meminta, pemerintah harus lebih terbuka terkait dengan program pengembangan teknologi ini. Dia pun menyarankan adanya pelarangan sebelum semuanya terlambat.

“Semua senjata perang itu menakutkan. Jika perang bisa dilakukan tanpa intervensi manusia, malah itu akan lebih buruk lagi. Ini akan timbul banyak masalah dan menghilangkan sisi kemanusiaan,” kata Angela Kane, seperti dilansir melalui Telegraph, Kamis 28 Agustus 2014.

Menurut Angela Kane, keterlibatan robot pembunuh akan menjadikan perang di masa depan akan lebih menyeramkan. Oleh karena itu, penggunaan robot harus dilarang sejak dini. “Keputusan ini ada di tangan pemerintah yang memiliki kemampuan untuk mengembangkannya,” uja Kane.

Kekhawatiran ini muncul setelah banyaknya teknologi otomatisasi yang berkembang. Seperti halnya mobil self-driving yang saat ini sedang dalam tahap uji coba di jalanan. Menurut Kane, mobil self-driving adalah cikal bakal teknologi otomatisasi senjata perang. Sebab, kata Kane, polanya sama, yakni bisa diaktifkan tanpa campur tangan manusia.

Menurut dia, banyak negara yang memiliki kekhawatiran yang sama, khususnya negara berkembang. Mereka takut jika robot pembunuh itu bisa diaktifkan dari jarak jauh, mirip seperti drone.

Awal tahun ini, PBB pun telah mengadakan pertemuan yang membahas mengenai ancaman senjata otomatis yang mematikan. Pertemuan selanjutnya direncanakan akan digelar musim depan.

Namun begitu, ahli robot militer membantah jika sebuah robot bisa bergerak tanpa kontrol dari manusia. Menurutnya, tidak ada program yang bisa membuat robot yang mampu berjalan sendiri.

“Semua mesin dan senjata atau apapun membutuhkan kontrol manusia karena jika ada masalah dengan mesin itu, maka manusia lah yang memperbaiki. Otomatisasi atau otonomi saat ini merupakan hal yang terbatas. Jika terkait dengan pemikiran real, otomatisasi real, itu tidak ada,” kata Huw Williams, Unmanned Systems Editor di International Defence Review IHS Jane.
**telegraf.