Presiden SBY Meminta Maaf kepada Rakyat Indonesia

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kenegaraan

Jakarta-GD| Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas berbagai kekurangan yang dilakukannya dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Negara/Kepala Pemerintahan, selama dua periode memimpin negeri ini, pada 2004-2009 dan 2009-2014.

Permintaan maaf itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR/DPD Senayan, Jakarta, hari in Jumat, (15/8).

Dia mengatakan, menjadi presiden di Republik berpenduduk 240 juta jiwa adalah proses belajar yang tidak akan pernah ada habisnya.

“Dari lubuk hati yang terdalam, saya meminta maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan itu. Meskipun saya ingin selalu berbuat yang terbaik, tetaplah saya manusia biasa,” kata SBY saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-69 pada sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia RI di Gedung MPR/DPR/DPD Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).

SBY yang datang bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono, didampingi Wakil Presiden Boediono beserta Ibu Herawati Boediono, dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Dia mengatakan adalah suatu kehormatan baginya memimpin negeri dalam lanskap politik, di mana semua pemimpin mempunyai mandat sendiri dalam demokrasi 240 juta jiwa.

“Saya adalah anak orang biasa, dan anak biasa dari Pacitan, yang kemudian menjadi tentara, menteri, dan kemudian dipilih sejarah untuk memimpin bangsa Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan itu, SBY juga mengungkapkan keinginannya untuk membantu presiden terpilih yang akan memimpin negeri ini, mulai 20 Oktober mendatang.

Berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla terpilih sebagai presiden – wakil presiden pada Pilpres 2014.

“Dari mimbar yang mulia ini, saya, Susilo Bambang Yudhoyono, juga berjanji untuk membantu siapapun yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 2014 – 2019, jika hal itu dikehendaki. Ini adalah kewajiban moral saya sebagai mantan Presiden nantinya, dan sebagai warga negara yang ingin terus berbakti kepada negaranya,” kata SBY.

Selain itu, SBY juga mengucapkan selamat kepada presiden terpilih yang nanti akan disahkan oleh Mahkamah Konstitusi, pada 21 Agustus mendatang.

“Tahun depan, presiden kita yang baru akan memberikan pidato kenegaraannya di mimbar ini. Saya mengajak segenap bangsa Indonesia, marilah kita bersama-sama mendengarkannya, dan mendukung beliau untuk kebaikan dan kemajuan negeri ini,” kata dia.

**Investor Daily.

Tags: