Satpol PP Jaring 6.000 PMKS Selama Ramadhan

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

razia-gepengJakarta-GD| Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengamankan 6.000 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) selama bulan Ramadhan di Jakarta. Mereka langsung dikirim ke panti-panti sosial milik Dinas Sosial DKI Jakarta.

Operasi simpatik menjaring PMKS oleh Satpol PP DKI Jakarta digelar sejak awal Ramadhan atau 29 Juli lalu. Sampai dengan 16 Juli terjaring 6.000 PMKS di beberapa lokasi di Ibu Kota.

“Selama operasi simpatik kami sudah menjaring lebih dari 6.000 orang,” ungkap Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santosaa di Balaikota DKI,Jakarta Pusat, Kamis (17/7).

Dikatakan Kukuh, para PMKS yang terjaring bukan berasal dari Ibu Kota. Melainkan dari daerah-daerah sekitar seperti Tangerang, Banten, serta kota-kota lainnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Kami kesulitan mengindentifikasi di daerah perbatasan saat mereka akan masuk. Karena kan pas datang ke Jakarta mereka berdandan rapi, jadi tidak terlihat seperti PMKS,” lanjut Kukuh.

Satpol PP DKI Jakarta sudah lama mencium keberadaan PMKS di Jakarta terorganisir. Tetapi pihaknya belum dapat menangkap koordinator PMKS, karena banyak yang tertangkap memilih tutup mulut kepada petugas.

PMKS yang terjaring langsung diserahkan ke Dinas Sosial untuk didata, kemudian mereka akan difoto dan menandatangani surat perjanjian. Jika mereka yang tertangkap dan kembali lagi ke Jakarta, maka akan langsung dipidanakan

Panti sosial yang disiapkan di antaranya yakni Panti Tresna Werdha Budi Mulia 1, Panti Sosial Bina Insan bangun Daya 2, Panti Sosial Tunas Bangsa, Panti Sosial Cipayung, Panti Sosial Bina Laras, Panti Sosial Kedoya, dan Panti Sosial Bina Insan.

Setidaknya ada tujuh titik yang menjadi fokus penertiban yakni perempatan Fatmawati, perempatan Coca-Cola, perempatan Kuningan Mampang, perempatan Kelapa Gading, perempatan TMII, perempatan Pramuka, dan perempatan Matraman.

“Dinas Sosial sudah menjadwalkan pemulangan sebagian PMKS. Karena jumlah panti yang ada tidak mencukupi untuk menampung mereka,” tukas Kukuh.

**Ar/Ap/Gtr.

Tags: