Wacik Tersangka. Nurhayati : Kenapa Hanya Demokrad Terus ?

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

Nurhayati-Ali-Assegaf

Jakarta-GD| Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, memastikan bahwa pemberantasan korupsi mulai ada pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena itu, sesuai pakta integritas Partai Demokrat, setiap kader partai harus patuh dan taat pada konstitusi, hukum dan aturan yang berlaku.

“Tapi kemudian jangan Partai Demokrat terus. Kita juga mempertanyakan KPK, mana kasus yang lain? Kenapa hanya kasus Demokrat saja yang dibuka, partai lain kok belum ada statusnya. Kita tidak intervensi tapi inginkan keadilan,” kata Nurhayati, Rabu, 3 September 2014.

Saat ditanya dimana posisi Menteri ESDM Jero Wacik yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan, Nurhayati memastikan bahwa yang bersangkutan ada.

“Kemarin ada,” katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri ESDM Jero Wacik yang juga kader Partai Demokrat sebagai tersangka dalam kasus pemerasan.

“Sprindik telah dikeluarkan tanggal 2 September 2014 dengan peningkatan status ke penyidikan untuk tersangka JW dari kementerian ESDM,” ujar Wakil Ketua KPK, Zulkarnain di KPK, Rabu, 3 September 2014.

Jero Wacik dijerat dengan Pasal 12 huruf e jo Pasal 23 Pasal 421 KUHPidana. Pasal ini, kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, mengatur mengenai pidana pemerasan.

Wacik disangka mengantongi Rp9,9 miliar dengan cara menyalahgunakan kewenangannya sebagai menteri. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, motif Wacik melakukan dugaan tindak pidana korupsi itu untuk mendapatkan dana yang lebih besar dari yang dianggarkan.

Bambang mencontohkan, praktik terlarang itu antara lain dengan mengutip dana yang bersumber dari feedback pekerjaaan atau pengadaan barang dan jasa pihak ketiga seperti dana konsultan, pengumpulan dari rekanan dan dana dari program-program tertentu.

“Ada kegiatan yang dilakukan dan sebenarnya itu rapat fiktif,” kata Bambang.
**ep/eas/vn.

Tags: