Warga Kali Grogol Lawan Penggusuran Sampai Mati

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0

tolak-penggusuran

Jakarta-GD| Warga bantaran Kali Grogol, Palmerah, Jakarta Barat menolak untuk dipindahkan ke Rumah Susun (Rusun) yang rencananya akan disiapkan oleh Pemerintah.

Hal itu dikatakan oleh Wayan (40), warga RT 005 RW 03, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat kepada wartawan, Senin (15/9/2014).

“Kami di sini sudah sangat lama, dan punya rumah yang cukup luas. Jadi ngapain di relokasi ke Rusun yang sempit dan bayar setiap bulan,” ujar Wayan.

Pria yang mengaku sudah tinggal selama 10 tahun itu, membantah bahwa warga RW 03 tidak mendukung proyek jalan inpeksi tersebut. Namun, dia hanya perlu ketegasan untuk ganti rugi.

“Kami hanya meminta penggantian tanah kami berdasarkan nilai jual obyek pajak (NJOP), kami tidak perlu dipindahkan ke Rusun segala,” tegas pria yang memiliki akta jual beli itu.

Sementara itu, sebagian warga Palmerah di RT 08 RW 02, menolak aksi penggusuran tersebut, mereka membawa berbagai spanduk yang berisikan kata makian kepada Wali Kota Jakarta Barat, Anas Efendi.

Tak hanya itu, warga juga mencoret-coret spanduk informasi mengenai dibuatnya jalan Inspeksi di kali tersebut.

Ketua RT 08, Marmono (58), menyatakan, saat ini warga telah berjaga-jaga untuk mempertahankan haknya. Pasalnya, sesuai dengan surat edaran yang diberikan kepada warga, hari ini akan dilakukan penertiban.

“Saat ini kami berjaga-jaga, kalau ada penertiban kami bisa melawan sampai mati kami juga siap melakukannya. Mau bongkar tak apa asal ada kejelasan tentang uang kerohiman,” tegas Marmono.

Marmono pun mengklaim, dirinya hanya mewakili suara warga yang pada dasarnya meminta ganti rugi sesuai NJOP.

“Warga cuma minta satu, yakni diganti sesuai NJOP saja. Mereka enggak pada setuju jika dipindah ke rusun, soalnya enam bulan saja gratisnya, setelahnya kami mesti bayar. Padahal di sini kami sudah punya rumah enggak perlu mikirin uang sewanya tiap bulan,” tutupnya.
(hol)

Tags: