Waspada, Penipuan Marak Pasca Rekrutmen CPNS 2014

Kabari teman andaEmailGoogle+0Facebook0Twitter0LinkedIn0Pinterest0
Kepala Sub Bagian Publikasi dan Pengolahan Informasi Humas BKN,Tomy Donardi

Kepala Sub Bagian Publikasi dan Pengolahan Informasi Humas BKN,Tomy Donardi

Jakarta-GD|  “Hanya keledai yang terperosok ke dalam lubang yang sama”. Mungkin pepatah ini juga cocok diperuntukkan bagi para penipu dalam proses rekrutmen CPNS dengan menggunakan modus yang sama sepanjang tahun. Atau sebaliknya, pepatah tersebut juga mungkin cocok bagi masyarakat maupun pemburu CPNS yang masih juga percaya atas modus yang sama setiap waktu. Tak urung modus penipuan tersebut mungkin juga membuat para Pejabat Negara, Pejabat Pemerintah dan Pejabat lainnya gerah dan gusar saat nama dan jabatannya dicatut-disalahgunakan.

Kepala Sub Bagian Publikasi dan Pengolahan Informasi Humas BKN Tomy Donardi membenarkan bahwa hal tersebut masih banyak terjadi di masyarakat. Pernyataan itu diperkuat dengan masih banyaknya laporan ke Bagian Pengaduan Masyarakat BKN terkait kasus tersebut. “Laporan tersebut kami terima baik langsung maupun via media Humas BKN,” tutur Tomy. Tidak jarang para Penipu menggunakan nama Pejabat BKN sebagai umpan.

Di lain sisi, Tomy sangat menyayangkan jika masih ada masyarakat yang mempercayai modus operandi para penipu tersebut. Selanjutnya Tomy Donardi juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dan menuruti jebakan pelaku. “Pemerintah menggalakkan proses rekrutmen akuntable, transparan dan bebas KKN. Tentunya bukan hanya untuk rekrutmen CPNS, melainkan juga proses rekrutmen Pegawai Pemrintah dengan Perjanjian Kerja (P3K),” jelas Tomy. Tomy menambahkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi Calo CPNS, melainkan yang ada adalah Penipu. “Disebut Calo kalau ada proses jual-beli (Penjual-Pembeli), tapi sekarang sudah tidak ada yang jual CPNS, berarti tinggal Penipu yang berkeliaran,” pungkas Tomy.

Sesuai norma, standar dan prosedur (NSP) bahwa pengadaan/rekrutmen PNS harus sesuai regulasi. Untuk rekrutmen pelamar umum harus sesuai Permenpan & RB Nomor: 197 Tahun 2012 dan juga Kepmenpan & RB tahun 2012. Sementara untuk pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS harus sesuai PP 48/2005, PP 43/2007 dan PP 56/2012.

Jerat testimoni penipu seperti di bawah ini banyak ditebar lewat dunia maya baik jejaring sosial maupun pada komentar pemberitaan online :

” Assalamu Alaikum wr-wb,Mohon maaf mengganggu waktu dan aktifitas ibu/bapak,saya Bpk Sukardi Rauf cuma bisa menyampaikan melalui pesang singkat dan semoga bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS tahun 2012 yang lalu, dan Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di SMA Negeri JAYAPURA, Sudah 8 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 3 kali mengikuti ujian, namun hasilnya nol bahkan saya sempat putus asah, namun teman saya memberikan no tlp Bpk Sumardi, S.Pd, M.Si Kepala Bagian TU Pimpinan dan Protokol pada Biro Humas dan Protokol yang bekerja di BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur 13640 dan saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa,Hubungi Bpk Sumardi, S.Pd, M.Si no tlp beliau: 0852-0600-1666 siapa tau beliau masi bisa membantu anda wassalam”. (Sukardirauf sang Penipu)

**PR/BKN.

Tags: